Sandal Tarumpah
Asli

sandal tarumpah laki
lihat detail
Payung Geulis
Kertas

Payung kertas Tasikmalaya
lihat detail
Payung Geulis
Kain

Payung geulis Tasikmalaya
lihat detail
Kipas Tangan
Tradisional

sandal tarumpah Ketokan
lihat detail

Selasa, 22 Agustus 2017

Lem untuk sandal dan sepatu


Ketahanan dan awet sebuah sandal atau sepatu ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, selain lem berkualitas juga ada faktor lain. Dulu sebuah sandal atau sepatu agar tahan lama dan awet setelah di rekatkan dengan lem maka di lakukan penjahitan. Yaitu antara alas dengan bagian badan sandal atau sepatu, penjahitan pun keliling semua sisi atau bagian yang paling penting. 

Cara penggunaan lem juga tidak sembarangan, ada cara dan tahapan tahapan yang harus di ikuti agar hasilnya bagus. Ada beberapa jenis lem yang biasa di gunakan untuk sandal atau sepatu, semua tergantung bahan tersebut di buat serta bagian bagian yang akan di lem. Jadi untuk bagian atas (upper) dan bagian bawah (sol) biasanya menggunakan jenis bahan lem perekat yang berbeda. 

Berikut beberapa jenis bahan lem perekat yang biasa di gunakan para pembuat sandal dan sepatu. 

Latek 
Sejenis cairan lem berasal dari getah karet berwarna putih, dulu lem perekat jenis ini berbau khas yang menyengat di hidung tapi sekarang tidak demikian. Umumnya di gunakan untuk lem bagian atas sandal tapi latex bisa di gunakan untuk keperluan apa saja. Bahkan untuk pembuatan tas, hiasan pada pakaian dan berbagai kerajinan lainnya. Dengan bahan pengencer air sehingga daya rekatnya tidak terlalu kuat, cara penggunaannya tidak sesulit lem lainnya. Jika ada kesalahan dalam merekatkan maka dengan mudah bisa di buka lagi. 

Lem kuning 
 Biasa kita sebut dengan lem Aibon dan berwarna kuning, lem ini bisa di sebut dengan lem serba guna karena bisa di gunakan untuk lem apa saja. Pada umumnya digunakan untuk merekatkan bahan seperti, karet, plastik, kertas dan sebagainya. 

Lem putih 
 Khusus di gunakan untuk bahan bahan sandal atau sepatu yang berasal dari bahan karet, warnanya putih bening dan banyak di gunakan untuk bagian bawah sandal atau sepatu (sol). Karena pada bagian sol (bagian bawah) harus pakai lem yang paling baik dan tidak cepat lepas. Ada juga lem merk tertentu sebelum di aplikasikan permukaan bahan karet harus di cuci dulu dengan bahan cairan yang telah di tentukan agar daya rekatnya sempurna. 

Lem bakar 
Lem jenis ini merupakan jenis lem yang praktis karena daya rekatnya cukup kuat dan penggunaannya sangat mudah. Jaman dulu lem jenis ini belum ada baru akhir tahun sembilan puluhan ada di pasaran. Perbedaan dengan lem lainnya adalah setelah kedua bagian di beri lem kemudian di keringkan dengan di panaskan dengan cara di jemur atau panaskan di atas kompor, setelah cukup panas atau agak kering baru di rekatkan. 

Minyak tanah atau bensin 
Sebenarnya bukan lem perekat namun bensin atau minyak tanah ini bisa di gunakan sebagai lem perekat untuk sandal tarumpah atau sandal dan sepatu tradisional yang terbuat dari sol karet mentah (kref). 

Semua jenis lem perekat sandal atau sepatu di atas tersebut bisa kita jumpai dan peroleh di toko bahan sandal dan sepatu, toko bahan tas atau toko bahan bangunan. 
Untuk sandal atau sepatu ternama produk pabrikan atau perusahaan besar biasanya menggunakan lem perekat khusus yang tidak ada di pasaran, jadi mereka buat khusus untuk sendiri. Sehingga kualitas lem perekatnya sangat bagus meskipun tidak di lakukan penjahitan. Kelihatan lem perekatnya biasa biasa saja tapi daya rekatnya sangat kuat. 

Kadang para pengrajin kecil atau pembuat sandal atau sepatu tradisional suka iri melihat kenyataan ini. Kualitas bahan baku dan lem perekatnya tidak bisa tersaingi oleh pengrajin kecil, akhirnya persaingan usaha tidak seimbang. 

Kembali ke lem perekat sandal dan sepatu, Setiap macam lem perekat ada tata cara penggunaannya, untuk lem kuning atau lem yang umum kita jumpai pada umumnya kedua permukaan yang akan di lem harus di bersihkan atau di amplas kemudian di beri lapisan lem seluruh permukaan hingga rata kemudian di keringkan tapi tidak sampai kering lalu rekatkan kedua permukaan tersebut. 

Agar daya rekat melekat sempurna maka kedua bagian tersebut di tekan atau di pres, bisa juga di pukul pukul dengan palu atau benda tumpul atau menggunakan alat pres khusus untuk pres sandal atau sepatu.
-->
Posting Komentar